Friday, October 27, 2017

Tidak baik.

Ada seorang teman

Yang selalu mendengar
Untuk tidak mendengar

Yang selalu peduli
Untuk selanjutnya tidak peduli

Dia seorang teman

Siang tadi seru mengobrol
Tapi esok pagi seakan: siapa dia?

Dia seorang teman?


Ah tapi kurasa bukan.

Tuesday, October 24, 2017

Thursday, September 14, 2017

Paham, Mau, dan Ingin


(1) Jika kita telah memahami suatu hal dengan baik; darimana semua ini bermula, apa yang harus dilakukan, dan apa tujuan yang ingin dicapai dari kesemua itu,

Bisa dipastikan kita bisa memilih dengan baik; mana yang sesuai dengan pemahaman (1) dan mana yang tidak

Hal ini bisa jadi karena: hati kecil kita yang merasa 'tidak nyaman' (internal things), atau dorongan dari orang, lingkungan, ataupun fakta-fakta di sekitar (external things)

Idealnya.

Namun faktanya, nafsu suka ikutan main. Jarang membantu, seringkali mengganggu fokus.


..pandangan mata selalu menipu
pandangan akal selalu tersalah
pandangan nafsu selalu melulu
pandangan hati itu yang hakiki
kalau hati itu bersih..

—Hijjaz, Mata Hati


*tulisan ini sangat terinspirasi dari kisah teh Laudya dan Engku Emran 😜
*PR baru: perawatan hati (tidak hanya tubuh dan makanan)

Sunday, August 27, 2017


Logikanya; bersabar dan menikmatinya dengan melakukan respon yang baik hanya bisa dilakukan jika kita tau hasil yang kita akan dapat sesuai dengan jerih upaya sabar kita.



Jadi, berikanlah sabar pada hal-hal yang worth untuk disabarkan.

Thursday, August 17, 2017

Ketahuilah;


Sejak kecil selalu penasaran kenapa mama sering nulis potongan ayat ini di semua album foto di rumah. Terasa tidak nyambung (saat itu) ..Hingga akhirnya lulus kuliah dan nyicipin rasanya jadi young adult dan (alhamdulillah) kerja. Hm rasanya..

Senang sekali, mumet sekali dan melelahkan sekali.


Senang karena akhirnya bisa berdiri di atas kaki sendiri, senang karena pendapat kita di dengar dan di percaya, senang karena apa yang kita lakukan memberi manfaat. Namun juga mumet karena harus tricky ketika ingin honest, harus marathon sambil sprint ketika inginnya jogging.

..daaaan yang paling melelahkan adalah: ketika tak habis-habisnya menonton (yang-tak-jarang-berakhir-dengan-ikut-bergumul) orang-orang di luar sana yang sibuk mengejar capaian; entah target, impresi, posisi, materi, atau sekedar impulsif memenuhi gengsi.



Capek? Jangan ditanya.
Marah? Tentu.
Putus asa? Sering.


Lantas harus gimana?
Supaya semua yang dilakukan tidak menjadi sia-sia?


--

Mengutip kembali nasehat Ust. Salim A Fillah tentang bekerja (yang bisa direlasikan ke banyak hal): 

"Rizki adalah jaminan, menjemputnya adalah ujian. Bekerja adalah ibadah kita; 'itqan, ihsan, ikhlas; bukan mencari rizki, namun mencari pahala. Sebab kita harus memindahkan kekhawatiran, dari yang dijamin kepada yang belum dijamin, yakni: akanlah pulang kita ke surga?"

Kalo dipikir-pikir, bener juga. Semuanya sudah pasti dan tidak akan tertukar. Kenapa malah pusing dan menghabiskan fokus di sana; sedangkan ada hal yang justru lebih perlu diperhatikan.


Ya.. bismillah. Semoga ngga hilang fokus lagi.