Showing posts with label projects. Show all posts
Showing posts with label projects. Show all posts

Wednesday, June 18, 2014

Architecture for EveryONE

Sok-sokan nyamain sama temanya AFAIR UI 2014 kemarin.. Menurutku, bicara arsitektur itu bicara mengenai karya yang dapat dinikmati (yaiya atuh, fath). Penikmatnya sendiri dapat berupa semua orang (umum) ataupun sekelompok orang (spesifik).

Ehe. Itu copas deng dari bookletnya Afair UI 2014.

Okey, masih mirip-mirip dengan architecture for everyone, kali ini ku mau berbagi hasil belajar dari kelas Anatomi Ruang dan Pengguna. Ceritanya kita mencoba merancang usulan desain ruang (ataupun unit furniture) untuk sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) yang isinya murid-murid luar biasa :D

Check it oouutt:



PS:

Trims Dendy buat fotonya
Dan trims juga buat teman-teman kelas Anatomi untuk karya dan partisipasi pembuatan blognya :D

Sunday, January 5, 2014

#EverydayAndArchitectureProject: Project Gagal Tapi Asik

"Lucu sebenernya kalo dipikir-pikir. Jadi, ini tuh awalnya project biasa gitu (hampir gagal malah). Kita mencoba mengerjakan layaknya mahasiswa lain yang mengerjakan tugas perancangan berbasis komunitas. Tapi ternyata diujung proyek kita malah direkomendasikan untuk membuat semacam dokumen tertulis, sebuah buku, untuk merekam pembelajaran yang kita dapatkan dalam proyek ini." -Aku.

Portfolio Progasik @KB Raisya (hi-res version here)

Info lengkap mengenai projectnya bisa dilihat di sini: PROGASIK @ KB RAISYA :)

Dan sejujurnya aku bingung kenapa kesan portfolionya jadi spooky spooky gitu ._.

#EverydayAndArchitectureProject: Empty Plain Room

Mencoba merangkum beberapa pekerjaan yang dapat terangkum (halah), salah satunya ini, tugas terkocak yang pernah dikerjakan. Ketika orang lain bersusah payah berpikir bikin ini dan itu, kita (juga) bersusah payah untuk tidak membuat sesuatu. Dan berhasil!

**********************************************************************************
Tugas : Merancang ruang/objek ugly dengan pendekatan sesuai keyword yang dipilih
Keyword : taste, sense
Sebelum memulai penjabaran desainnya, kita mulai dengan ini dulu:
Gambar 1.Kombinasi Foto 1


Gambar 2. Kombinasi Foto 2
Apa komentar kita setelah melihat gambar ini?
Aneh? Ngga sesuai?
Jelek?
Sering ngga sih kita menemukan kejadian di atas? Ketika ngeliat/menemukan hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita prediksi, apa yang biasanya kita pahami, dan lain sebagainya. Sesuatu yang berbeda, dan  kayaknya bermakna negatif dan cenderung dihindari.
Sebenernya apa sih yang ngebikin orang-orang berpikir gitu? Kenapa sih kesannya segitunya sama kata “jelek”? Mari kita tela’ah.
Gambar 3. Diagram Hasil Diskusi: Bagaimana Sebuah Proses Pendefinisian Dapat Terjadi
Dari sebuah kondisi (context), kita secara otomatis mendefinisikannya sebagai jelek dan bagus. Pendefinisian tersebut dipengaruhi parameter (dipengaruhi sense dan taste) yang ‘ternyata’ sudah banyak dipengaruhi oleh hal-hal disekitar kita, seperti ketentuan budaya, aturan agama, pengalaman yang dialami, kebiasaan sebuah masyarakat, bahkan hingga kultur kompetisi yang menciptakan definisi jelek untuk kalah, dan bagus untuk menang.
Dari pendefinisian tersebut, terciptalah pelabelan atas sesuatu hal sebagai jelek, atau bagus.
Lalu kita berpikir: Kalo selama ini parameter menjadi hal yang berpengaruh besar, gimana kalo kita mengubah parameter tersebut? Dengan tugas ini.

Gambar 4. Diagram Hasil Diskusi: Mengubah Parameter
Parameter:
Tugas : Ciptakan ruang/objek ugly dengan pendekatan sesuai keyword yang dipilih.
Achievement : Menciptakan ruang/objek ugly
Failure : ruang/objek yang diciptakan not ugly
Dengan begitu, ketika kita mencapai goal dari tugas ini (membuat ruang/objek ugly) maka kita mendapat definisi berhasil/not ugly. Sedangkan jika kita gagal membuat ruang/objek yang jelek, maka kita gagal/ugly.
Dari hasil analisa tersebut, kami menganalogikan sebuah pameran “menampilkan hasil karya ruang/objek jelek”. Setiap kelompok berupaya menampilkan karya paling bagus (ruangan/objek paling jelek) supaya dipandang berhasil/not ugly.
Gambar 5. "Antara Ada dan Tiada"
Namun di pameran tersebut kita memilih untuk menampilkan ruang kosong yang bersih. Perbedaan yang cukup ekstrim antara jenis ruang/objek jelek yang ditampilkan peserta lain dengan apa yang kita tampilkan menciptakan definisi ‘karya yang tidak sesuai dengan goal’ karena terlalu rapi dan bersih.
Dengan begitu, terciptalah sebuah karya ‘ugly’.

Friday, January 11, 2013

Project 4: Skylight House! :D


Project 3: Colorful Tetris







Project 2: Designing My Very First Public Space!

Halo! :D
Sepertinya sudah lama sekali ya blog ini ditinggal pemiliknya :"). Hehehe. Maafkan saya yang sibuk tidak jelas ini.. (jelas deng!)

Kali ini saya akan berbagi hasil karya saya, sebuah tugas besar dari kelas Perancangan Arsitektur III (wah, padahal terakhir kali nge-post masih PA 1, lama sekali yah ditinggalnya.. :p). Di kelas perancangan kali ini, saya ditugaskan untuk merancang sebuah konsep ruang publik yang mana ide perancangannya berangkat dari hasil pembelajaran kita terhadap suatu desain bangunan yang sudah terbangun (atau seringkali disebut dengan istilah "studi preseden").

Sejujurnya, ketika menjalani tahap demi tahap merancang dengan cara tersebut, awalnya rada bingung, soalnya pada kelas perancangan sebelumnya, tim dosen pengajar menerapkan cara "bottom-up" yang mana proses perancangan dimulai dari menganalisis tapak, masyarakat terkait, baru masuk tahap studi preseden untuk mencari informasi tambahan. Sedangkan kalau yang ini dibalik menjad "top-down": melakukan studi preseden terlebih dahulu, baru kemudian menganalisis tapak, masyarakat, dan melakukan beberapa penyesuaian antara apa yang didapat dari studi preseden dan apa yang kita dapati di lapangan.

Dan supaya desainnya nyambung.. Jadilah harus bolak-balik prosesnya, lihat hasil studi, liaht hasil analisis lapangan, balik lagi lihat hasil studi, dan seterusnya.. Sedikit ribet ya.

Pada project ini, saya merancang sebuah ruang publik yang mana para penggunanya dapat mengobrol santai, membaca berbagai buku, bermain, berdiskusi, mengadakan sebuah pertunjukan, dan lain sebagainya (lebih lanjutnya akan dijelaskan oleh foto-foto di bawah ini). Sekilas desainnya:


Pondok Cina Community Center


Suasana Lantai Dasar

Suasana Lantai Atas

Membaca Bersama

Mengobrol
Area Ramp Lantai Dasar

Suasana Lantai Atas
Suasana Lantai Atas (lagi)

Suasana Area Belakang
Sekilas Tentang Projectnya :D

Saturday, October 29, 2011

Project 1 : Build a Shelter!


Halo semuanya! :D

Udah lama banget ngga ngepost tulisan bermakna ya haha
Kali ini aku bakal ngepost beberapa foto lucu nan cantik dari proyek besar kelas Perancangan Arsitektur 1, kelas dengan banyak mahasiswa (70an orang) dan banyak juga jumlah sksnya (10 sks, udah termasuk praktek).

Dijelasin dulu ya, sistem belajar PA 1 ini (dan PA seterusnya) berbeda dengan kelas kuliah lain, di PA kita ngga bakal nemuin yang namanya kuis, kuliah yang isinya ceramah dosen dllnya, disini kita banyak kerja mandirinya, eksperimen sendiri sambil diawasin dan dibantu fasilitator. Fasilnya sendiri super banyak, ada 8 orang untuk 1 kelas.

Sistem pemberian materinya juga beda, di PA kita bakal dikasih 1 tugas besar yang deadline pengumpulannya pas ujian (UTS dan UAS), nah dalam proses pengerjaannya kita dikasih workshop dan kuliah kecil yang mendukung pengerjaan maupun pengetahuan untuk proyek besar kita.

Untuk PA tahun ini, proyek besarnya adalah The Journey, sebuah proyek perjalanan yang didalamnya kita mengamati, berinteraksi, dan sebagainya yang berkaitan dengan bentuk proyek kita. Bebas kemana aja, ngapain aja, yang dibatasin cuma jumlah barang bawaan dan biaya perjalanan.

Di proyek Journey ini, kita belajar mengamati ruang diri kita, kebutuhan diri akan ruang pribadi, yang dituangkan dalam bentuk Shelter, sebuah tempat singgah berukuran kecil (ukuran individual), dan karena shelter ini juga akan dibawa selama perjalanan, maka shelternya haruslah portabel, dan tentunya inovatif. :D

Nah ini dia beberapa shelter yang tertangkap kamera! Enjoy!



Mengikuti tema journeynya, shelter ini juga bertema sepeda, dan menggunakan bagian sepeda untuk menjadi penutup atas shelter. Unik ya :D



Yang ini, si pembuatnya menginginkan bentuk shelter yang panjang, sehingga dia bisa tiduran lurus tanpa harus tertekuk. Bentuk tabung dengan ujung berbahan kain kasa membuat shelter ini besar terkembang jika diarahkan ke arah datangnya angin. Keren :D



Nah yang ini super unik, shelter gantung! Dia menggunakan sistem tempat tidur gantung dan melingkupinya dengan selubung dari terpal untuk melindungi dari hujan. Kereen :D



Kalo yang ini, shelternya mirip tenda di bazar-bazar :p. Kombinasi pink-hitam yang ceria plus bukaan dimana-mana biar adem semiriwing.. Btw, creatornya pas hari presentasi memakai baju dan aksesoris serba pink loh, supaya matching gitu. Super lah :D



Yang ini mungkin terlihat biasa, namun usaha merealisasikannya luar biasa, trial and errornya pasti banyak deh :p hehe. Btw jangan salah, ini shelter paling empuk dan dingin yang pernah ada di sejagad lapangan BP3 :D



Ini shelter super cantik :D (dan kayaknya super susah untuk ngebuat lipat kertasnya). Tadinya mau dibuat penuh tertutup, tapi karena ruang didalemnya jadi minim, digantilah jadi ini, dan kalo kita tiduran didalemnya.. Keren banget pengalaman ruangnya :D



Shelter ini bertema parkour, si pembuatnya ngebuat lubang dibagian atas shelternya supaya dia bisa langsung loncat masuk ke dalamnya. Dan ternyata, penempatan lapisan bungkus rokok di bagian depan shelter bukan tanpa alasan, tapi karena si pembuatnya suka sama rokok dan aromanya, jadi dia ingin aromanya tetap bersamanya selama ia berada di dalam shelter. Unik banget lah! :D


Pose dulu, Bang!

Shelter digelar!

Shelter lucu berbentuk koper ini milik seseorang yang memiliki journey bertemakan "Sketch a Life", papan-papan putih selain menjadi alas tidur, dapat juga digunakan meja gambar. Super fungsional dan portabel :D



Ini shelternya mas-mas fotografer, menyesuaikan dengan tema journey "Mistery Tour", ia membuat shelter yang serba hitam dengan tripod sebagai rangka utamanya. Keren lah!


Penampakan Dari Samping

Penampakan Bagian Dalam
Shelter serba merah ini unik, creatornya berinovasi dengan modul segitiga yang saling dihubungkan, walaupun belum sempet liat bentuk packednya, tapi sepertinya memiliki portabilitas tinggi :D

Siap mengarungi danau Teksas?
Shelter paling beda diantara yang lain, menyesuaikan sama journeynya yang banyak bermain di air, Ia membuat sebuah shelter yang selain sebagai alat transportasi, tapi juga sebagai tempat singgah selama di perjalanan. Mantap :D


Ayo silahkan duduk di tikar :D
Shelter yang unik, si pembuatnya rela bersusah-susah untuk membuat beberapa jalinan daun kelapa menjadi anyaman. Selain berfungsi sebagai alas beristirahat dan tidur, anyaman ini juga berfungsi sebagai alas duduk tamu yang datang ke shelternya. Unik ya? Oia, dan hebatnya lagi, pembuatnya adalah seorang laki-laki loh! :D



Mungkin ini akan menjadi shelter dengan pengalaman ruang yang paling berkesan, penutup kepala yang terbuat dari tumpukan origami koran memberikan kesan yang wah banget lah. Dan aku sempet nanya ke pembuatnya, seandainya shelternya terbentuk dari origami semua, hasilnya pasti lebih keren.. Trus dia jawab, "Iya keren, tapi meninggal buatnya. Banyak banget origaminya.."

Oke habis. Sekian dulu ya foto-fotonya, banyak yang tidak terdokumentasi soalnya hehe. See you on the next post ya! :D

Saturday, March 26, 2011

Project : #1 Meja Gambar Gaul


Layout Presentasi
Seminggu yang lalu, tepatnya hari Jumat (18 Maret 2011) adalah deadline proyek 3 :O. Proyek gambar komunikasi untuk konsumen dan produsen... Dan yang disebelah atas ini adalah layout presentasi saya :| HA HA sok oke banget.


Layout Konsumen
Berhubung agak males moto gamabr DPTnya, jadi yang ini aja yaa.. Layout buat konsumen. Memang agak bagaimana gitu ya.. Tapi cukup kyaa kyaa laaah :D HAHAHA

Naah.. Sekarang giliranmu, apa pendapatmu tentang layout ini? :)


Note :
Di Tekomars, setiap materi kuliah diberikan dalam bentuk proyek. Dan setiap proyek diakhiri dengan presentasi proyek tsb. Jadi setiap kali mengerjakan suatu proyek, secara tidak langsung kita belajar banyak, misal dalam proyek ini kita belajar gambar DPT (Denah, Potongan, Tampak) dan layout.

Thursday, January 27, 2011

First Try.. Khikhikhi

Halo semuanya, ini saya fathiyah kembali lagi (Oke ini ngga penting). Kali ini saya abis nyoba main Google SketchUp. Hohoho telat banget emang.. Tapi karena tiada kata telat untuk belajar, yuk mari.. :)


Btw, saya maininnya yang biasa aja (bukan yg pro, lagian bedanya cuma yaaa ngga terlalu ngaruh lah buat anak kutu macam saya). Dengan filesize cuma 40 mega.. lumayan asiklah.

Dan sebagai percobaan ngedesain pertama kali dengan bantuan software (bener-bener pertama kali) jadi yaa agak-agak cupu gt. Mana lama banget buatnya.. (eh curhat).


Yak ini dia rumahnyaah~.. *nari-nari terus jumpalitan*. Maaf ya baru hanya bisa copas dan mencampuradukkan berbagai karya orang. Belom orisinal otak sendiri. Belom banyak pelesirnya hoho.

Ceritanya rumah ini di desain untuk keluarga kecil. Berisi 3 kamar tidur dll dsb (males ngarangnya hahaha).


Dan tenyata yah.. Saya baru tau yang namanya buat beginian doang ribetnya minta ampun.. Setiap kali mau buat apapun harus presisi #mahasiswateknikgagal. Kalo ngga nantinya jadi berantakan. Buat kusennya aja harus ngitung berapa senti, panjang lebarnya, kedalamannya, dsb dll lah (sangat direkomendasikan banget buat anak sipil dan calon anak sipil, bukan saya -.-).

Dan akhir kata, sepertinya saya harus banyak belajar berkenalan dengan aplikasi macem gini. Biar ngga norak hahaha. Okelah bapak-bapak IAI, wait for me!

Sunday, November 21, 2010

KISF : Keep It Simple, Fath!

Halo semua :O post kali ini akan banyak bercerita tentang kertas-kertas yang terlipat, terpotong, terluka, dan terbuang (beuh). Yeeesss karena mata kuliah senirupanya sudah beranjak meninggalkan 2 dimensi.. memasuki tahap 3 dimensi.


Tugas lucu yang pertama adalah : BERMAIN ORIGAMI

Yeaah! Bermain origami memang menyenangkan. Melipat kertas warna sesuka hati kesana kemari. Namun~ akankah kegiatan bermain origami akan tetap menyenangkan  jika kertasnya berukuran A2? Yeaaaah~ dan itu lah kami.

Setelah menghabiskan banyak lembar kertas A4, akhirnya tibalah saatnya proses pengaplikasian model origami di kertas A2 (setelah melewati proses asistensi, penyetujuan, hingga akhirnya ratifikasi model).

Rasanya tuh wuhooow bangeeet (padahal mah biasa aja, malah disuruh ngulang gara-gara lipetannya masih kegedean. Ulalala~)

Ini Karya Saya. Namanya " Keong Kertas"

Dilihat dari sisi atas..

Lalu tugas lucu kedua : BERMAIN DUPLEX

Oyee tugas ini sudah mulai menguras.. Mulai dari tenaga sampai biaya.

Oke. Kita beri nama "Simplicity in Complexity"

Full lem fox coated. Mengkilat-mengkilat bodoh..
Geradakan berantakan -_- akhirnya dilapisin pilox clear

Tampak dari atas.. kayak meteor

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sunday, August 15, 2010

Snapshot : Green Goblin and Spiderman




Green Goblin sama Spidermannya lagi berdoa.

Sunday, July 4, 2010

Mi Holiday Project

Hola semua, mau norak dikit aah~

Inilah hasil pengangguran saya selama Juni 2010..






Apaan tuh?

Ceritanya ini rumah pondokan kecil tempat penjemuran dodol rumput laut (aha! i like seaweed very much), berbahan dasar stik es krim yang dijual per-pack-an lalu dicat pake cat minyak, trus finishingnya pake tisu (fungsinya mengurangi ketebalan cat minyak, supaya urat kayunya keliatan).

Rumah ini rencananya mau aku kombinasikan sama landscape pinggiran -entah- sungai, -entah- danau, atau -entah- laut (yang sepertinya berbahan lilin mainan).

Sebenernya belom rampung sih.. masih harus di cet sana-sini, trus di amplas lagi (halah). Tapi berhubung saya udah males, jadi segini aja (untuk rumahnya).

Tambahan ah, rencananya nanti mau ku taro perahu juga.. tanpa layar tapi :