Thursday, August 17, 2017

Ketahuilah;


Sejak kecil selalu penasaran kenapa mama sering nulis potongan ayat ini di semua album foto di rumah. Terasa tidak nyambung (saat itu) ..Hingga akhirnya lulus kuliah dan nyicipin rasanya jadi young adult dan (alhamdulillah) kerja. Hm rasanya..

Senang sekali, mumet sekali dan melelahkan sekali.


Senang karena akhirnya bisa berdiri di atas kaki sendiri, senang karena pendapat kita di dengar dan di percaya, senang karena apa yang kita lakukan memberi manfaat. Namun juga mumet karena harus tricky ketika ingin honest, harus marathon sambil sprint ketika inginnya jogging.

..daaaan yang paling melelahkan adalah: ketika tak habis-habisnya menonton (yang-tak-jarang-berakhir-dengan-ikut-bergumul) orang-orang di luar sana yang sibuk mengejar capaian; entah target, impresi, posisi, materi, atau sekedar impulsif memenuhi gengsi.



Capek? Jangan ditanya.
Marah? Tentu.
Putus asa? Sering.


Lantas harus gimana?
Supaya semua yang dilakukan tidak menjadi sia-sia?


--

Mengutip kembali nasehat Ust. Salim A Fillah tentang bekerja (yang bisa direlasikan ke banyak hal): 

"Rizki adalah jaminan, menjemputnya adalah ujian. Bekerja adalah ibadah kita; 'itqan, ihsan, ikhlas; bukan mencari rizki, namun mencari pahala. Sebab kita harus memindahkan kekhawatiran, dari yang dijamin kepada yang belum dijamin, yakni: akanlah pulang kita ke surga?"

Kalo dipikir-pikir, bener juga. Semuanya sudah pasti dan tidak akan tertukar. Kenapa malah pusing dan menghabiskan fokus di sana; sedangkan ada hal yang justru lebih perlu diperhatikan.


Ya.. bismillah. Semoga ngga hilang fokus lagi.