Saturday, January 28, 2012

Contemplation: #1 Belajar Bertanggung Jawab


"Terkadang bukan nilai suatu barang yang menjadikannya berharga, tapi tanggung jawab, atas amanah yang ada pada barang tersebut."

Terkesan berlebihan kah? Mungkin ya. Apakah benar berlebihan? Untuk suatu pembelajaran, mungkin tidak :)

Sebagai mahasiswa arsitektur, jujur, Saya seringkali kehilangan alat tulis (dan teman-temannya). Entah itu drawing pen, penghapus, atau sekedar pensil raut seharga 2000-an (padahal udah dikasih label nama loh!). Bukan Saya yang sengaja menghilangkan atau lupa meninggalkan, tetapi memang terlalu banyak jumlahnya, dan, ya, terlalu banyak peminjam (anggap saja ini semacam penguat alasan hehe)

Dan hasilnya:
Intensitas kehilangan yang tinggi cukup membuat Saya acuh terhadap hal semacam itu. Yang Saya pikirkan tiap kali kehilangan alat tulis adalah: "Yaudah lah ya, xxxx rupiah doang, besok beli lagi deh." Terus begitu, hingga suatu ketika Saya berada di sebuah situasi yang membuat Saya terdesak dan berpikir bahwa tidak seharusnya Saya berpikir seperti itu.

Situasinya sederhana, saat itu Saya sedang menikmati liburan angkatan di sebuah Villa, ketika hendak pulang, Saya cukup ribet menanyakan keberadaan kotak bungkus permainan yang Saya pinjamkan ke teman-teman, dan tentu saja, hampir semua teman Saya acuh dengan itu. Dan menganggap kotak bungkus tersebut sama sekali tidak penting untuk dicari. Dan kami pun pulang (dengan Saya yang masih kesel karena ngga ketemu).

Di perjalanan Saya banyak berkontemplasi, perlu gitu kesel untuk hal sesederhana itu? 
Namun kemudian Saya bertanya lagi, kenapa harus kesel sih? apa alasannya?

Dan akhirnya Saya menemukan jawabannya:
Ya. Kita, seringkali terlalu fokus terhadap murah dan mudah, hingga melupakan dan menghapus hal lain yang ternyata, mungkin, bersifat krusial. Semacam belajar bertanggung jawab atas amanah (dalam kasus sebelumnya mengenai amanah pinjam-meminjam; dipinjeminnya dalam kondisi lengkap, berarti pas dibalikinnya juga dong :) Dan dalam kasus Saya, Saya harus belajar tanggung jawab terhadap amanah rezeki yang Allah titipkan kepada Saya, pun dalam bentuk luar biasa sederhana, seperti pensil raut).

Sekian. Semoga bermanfaat :)

No comments:

Post a Comment